LAPORAN SATUAN OPERASI I - MASS BALANCE




I PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Kesetimbangan massa adalah analisa terhadap proses pengolahan yang dilakukan mulai dari input bahan, proses pengolahan dan hasil yang dihasilkan. Dari analisa tersebut dapat diketahui efisiensi dari sebuah mesin atau metode yang digunakan.

Pengolahan hasil pertanian sangat berkaitan dengan bagaimana cara menghasilkan suatu produk dari kadar satu ke kadar yang lain. Dalam suatu proses pengolahan tidak ada yang hilang atau bertambah namun terjadi perubahan bentuk.

Dalam satuan operasi, bentuk kestimbangan massa dan energi dapat dipresentasikan dalam bentuk kotak diagram proses. Massa atau energi yang masuk dalam kotak diagram proses harus setimbang dengan hasil output yang dihasilkan. Dalam pengolahan hasil pertanian, ilmu kesetimbangan massa sangat diperlukan untuk mendapatkan metode dan hasil yang masksimal.

II. METODELOGI

2.1 Alat

- timbangan

- blender

- kain saring

- oven

- Gegep

- pisau

- desikator

- cawan

- kertas label

- wajan

- kompor

2.2 Bahan

- buah nanas 200gr

- gula

- air

2.3 Prosedur

1. mengupas dan memotong buah nanas menjadi beberapa bagian seberat 200gr

2. memblender buah nanas dan menambahkan air sebanyak 1000 ml selama 5menit.

3. menimbang jus yang dihasilkan.

4. memisahkan atau menyaring antara filtrat dan ampas kemudian menimbang hasilnya.

5. memasukan ampas ke dalam 2 cawan yang sudah ditimbang sebelumnya (masing-masing 2 gr).

6. mengoven ampas selama 2 jam.

7. mencampur gula seberat 10% dari berat sisa ampas dan ditambahkan air sebanyak 50 ml kemudian menggorengnya sampaiwarnanya kecoklatan.

8. memasukan selai ke dalam cawan yang telah ditimbang seberat 2 gram kemudian memasukannya ke dalam oven selama 2 jam

9. memasukan bahan ke dalam desikator selama 15 menit.

10. melakukan langkah di atas sam diperoleh hasil yang konstan.

11. Menghitung kadar air bahan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 hasil

3.2 pembahasan

Kesetimbangan massa atau mass balance merupakan analisa terhadap proses pengolahan yang dilakukan mulai dari proses input, proses pengolahan dan output yang dihasilkan. Dari analisa yang dilakukan, akan diketahui efisiensi dari sebuah mesin atau metode yang digunakan.

Dalam satuan operasi, bentuk kesetimbangan massa dapat dipresentasikan dalam bentuk diagram proses. Massa yang masuk ke dalam kotak diagram proses harus sama dengan kotak output yang dihasilkan. Dalam praktikum ini,  bentuk diagram prosesnya adalah sebagai berikut :

Diagram proses pembuatan jus
Diagram proses pembuatan selai


Diagram diatas akan mempermudah kita untuk menganalisa proses pengolahan yang dilakukan. Pada praktikum kali ini proses pembuatan jus dan pembuatan selai dilakukan 2 kali pengulangan dengan bahan, berat dan lama proses yang sama sebagai perbandingan terhadap percobaan yang telah dilakukan. Proses pertama yang dilakukan yaitu memblender 200gr nanas dan 1000gr(INPUT = 1200gram) air selama 5 menit. Dalam proses blender ini, uotput yang dihasilkan pada 2 kali pengulangan menunjukan hasil yang sama (setimbang) dengan INPUT yaitu sebesar 1200gram.

Dari hasil proses blender tersebut, dilakukan proses pemisahan antara filtrat dan ampas. Ampas yang dihasilkan diambil 4 gram digunakan untuk menghitung kadar air yang masih tertinggal di dalam ampas. Proses selanjutnya yaitu pembuatan selai dari sisa ampas tersebut dengan menambahkan 50gram air dan 10% gula dari berat sisa ampas, semua bahan tersebut dimasukan didalam wajan untuk dilakukan proses penggorengan. Hasil pengamatan yang dilakukan pada 2 kali pengulangan menunjukan berat output (selai) lebih kecil dibandingkan dengan input yang dimasukan. Hal ini terjadi karena terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti penguapan air pada saat proses penggorengan dan juga ada bahan yang masih tertinggal di dalam wajan. Dari selai yang dihasilkan, kemudian diambil 4 gram untuk dilakukan analisa kadar air yang masih terdapat pada selai.