LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KADAR KARBOHIDRAT

Rabu, 15 Mei 2013 Label:

4.2 Pembahasan

Uji kuantitatif karbohidrat yaitu cara yang di gunakan untuk menentukan banyaknya karbohidrat dalam suatu bahan makanan. Uji Nelson digunakan untuk mengetahui kadar karbohidrat yang terkandung dalam sampel menggunakan metode spektrofotometri dengan menggunakan panjang gelombangtertentu yang dapat mengabsorbansi larutan tersebut dan di buat kurva standarnya.

Pada percobaan pertama, dibuat larutan standart dengan konsentrasi 2,4,6,8, dan 10mg /100 ml dari larutan glukosa standart ( 10mg glukose anhidrat/100 ml). selain 5 larutan standart tersebut, dibuat juga larutan blanko dari aquades yang nantinya akan digunakan sebagai pembanding. Larutan standart tersebut masing-masing ditambah 1 ml reagensia Nelson kemudian dipanaskan pada penangas air mendidih selama 20 menit. Penambahan reagensia nelson bertujuan mereduksi kupri oksida menjadi kupro oksida. Sedangkan tujuan dari pemanasan yaitu untuk mempercepat proses reduksi tersebut. Larutan yang telah di panaskan kemudian di dinginkan.

Larutan yang telah dingin ditambahkan 1 ml Reagensia Arsenomolybdat dan kocok  sampai endapan larut kembali, penambahan Reagensia Arsenomolybdat bertujuan agar bisa bereaksi dengan endapan kupro oksida, pada peristiwa ini kupro oksida akan mereduksi kembali arsenomolibdat menjadi molibdene blue. Setelah semua endapan terlarut sempurna, lalu di tambahkan 7 ml aquades pada masing-masing larutan agar larutan standar tidak terlalu pekat dan dapat terbaca absorbansinya.

Masing-masing larutan standar dan larutan blanko di ukur absorbansinya pada panjang gelombang 540 mm, karena pada panjang gelombang ini molekul gula reduksi dapat menyerap sinar secara optimum dan pembacaan absorbansinya dapat berjalan dengan baik.

Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh hasil absorbansi larutan dengan konsentrasi 2,4,6,8, dan 10mg /100 ml sebesar 0.4, 0.46, 0.48, 0.5, 0.76 danapel  untuk blanko sebesar 0.011, hasil tersebut bisa dibuat kurva dan di peroleh persamaan y = 0.0074x + 0.0186.

Selanjutnya yaitu dilakukan pengukuran kadar gula reduksi pada sampel (keju) dengan langkah yang sama pada kurva standart. Pada sampel keju 1,2 dan 3 di peroleh nilai absorbansi 0.56, 0.61 dan 0.56 . dari hasil tersebut dilakukan perhitungan dengan persamaan y = 0.0074x + 0.0186 (y = nilai absorbansi).

Konsentrasi larutan sampel glukosa atau gula reduksi yang di peroleh sebesar 1.756757, 1.689189, dan 1.756757, yang artinya dalam 100ml larutan sampel mengandung 1.756757, 1.689189, dan 1.756757 mg glukosa.

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

            Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh hasil absorbansi larutan dengan konsentrasi 2,4,6,8, dan 10mg /100 ml sebesar 0.4, 0.46, 0.48, 0.5, 0.76 danapel  untuk blanko sebesar 0.011. Pada sampel keju 1,2 dan 3 di peroleh nilai absorbansi 0.56, 0.61 dan 0.56

Konsentrasi larutan sampel glukosa atau gula reduksi yang di peroleh sebesar 1.756757, 1.689189, dan 1.756757, yang artinya dalam 100ml larutan sampel mengandung 1.756757, 1.689189, dan 1.756757 mg glukosa.

5.2 Saran

Ø  Membaca do’a sebelum dan sesudah kegiatan praktikum

Ø  Asisten praktek lebih jelas dalam menjelaskan langkah-langkah praktikum

Ø  Berhati-hati dan teliti selama kegiatan praktikum berlangsung

DAFTAR PUSTAKA
Hadiyanti, meilina rizki.2011.analisis kuantitatif karbohidrat.[online].http://mel-rizky.blogspot.com

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KADAR PROTEIN METODE FORMOL

Label:

4.2 Pembahasan

Protein merupakan salah satu unsure makro yang terdapat pada bahan pangan selain lemak dan karbohidrat. Protein merupakan sumber asam amino yang mengandung unsure- unsure C, H, O dan N dalam ikatan kimianya. Pada praktikum analisa kadar protein kali ini metode yang digunakan yaitu metode formol dengan menggunakan sampel keju chedar.

Langkah pertama yang dilakukan yaitu membuat larutan blanko, yang terdiri dari 20 ml aquades + 0.4 K-oksalat + 1 ml PP + 2 ml formal dehide kemudian menitrasi dengan larutan NaOH 0.1 N sampai warna standart (merah jambu). Selanjutnya menimbang 10 gram sampel (keju) sebanyak 3 kali dan dimasukan ke dalam erlenmeyer kemudian di tambahkan 20 ml aquades + 0.4 K-oksalat + 1 ml PP + 2 ml formal dehide kemudian menitrasi dengan larutan NaOH 0.1 N sampai warna standart (merah jambu).

Penambahan aquades bertujuan untuk menghidrolisis protein dalam sampel menjadi asam amino, K-oksalat jenuh ditambahkan untuk mempermudah hidrolisis protein dan penambahan Indikator PP untuk memberikan perubahan warna pada sampel saat dititrasi dengan NaOH. Sebelum menitrasi sampel, dilakukan pengocokan untuk homogenosis sehingga semua larutan dalam sampel tercampur sempuna. Sampel dititrasi dengan larutan NaOH sampai warnanya merah jambu untuk menetralkan gugus-gugus karboksilat yang terdapat pada asam amino yang setara dengan banyaknya protein dalam sampel.

Larutan yang telah di titrasi dengan NaOH kemudian ditambahkan larutan formal dehide 40 %, ini bertujuan untuk memblokade gugus amino (NH2) dari asam-asam amino, penambahan ini merubah warna merah jambu yang dihasilkan berangsur hilang. Sampel tersebut kemudian dititrasi kembali dengan NaOH sampai warnanya merah jambu.

Hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan menunjukan bahwa %N yang diperoleh pada sampel 1,2 dan 3 sebesar 0.42024%, 0.28016%, dan 0.07004%. dari hasil tersebut diperoleh hasil perhitungan %Protein sebesar 2.6811312%, 1.7874208% dan 0.4468552%.

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

protein terbentuk dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan langsung oleh ikatan peptide antara asam amino lainnya. Dan untuk menganalisa kadar protein dapat dilakukan dengan metode titrasi formol

Dari Hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan menunjukan bahwa %N yang diperoleh pada sampel 1,2 dan 3 sebesar 0.42024%, 0.28016%, dan 0.07004%. dari hasil tersebut diperoleh hasil perhitungan %Protein sebesar 2.6811312%, 1.7874208% dan 0.4468552%.

5.2 Saran

Ø  Membaca do’a sebelum dan sesudah kegiatan praktikum

Ø  Asisten praktek lebih jelas dalam menjelaskan langkah-langkah praktikum

Ø  Berhati-hati dan teliti selama kegiatan praktikum berlangsung

DAFTAR PUSTAKA
anonumous.2011.protein.[online].http://noberanagbio.blogspot.com diakses pada tahun 2013
susuboy.2012.menentukan kadar protein dengan metode titrasi formol.  [online].http://myexperience-sausu.blogspot.com diakses pada tahun 2013

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KADAR PROTEIN METODE KJELDAHL

Label:

 I. PEMBAHASAN
1.1 Latar belakang

Protein merupakan salah satu unsure makro yang terdapat pada bahan pangan selain lemak dan karbohidrat. Protein merupakan sumber asam amino yang mengandung unsure- unsure C, H, O dan N dalam ikatan kimianya. Fungsi utama protein dalam tubuh adalah sebagai zat pembentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang sudah ada agar tidak mudah rusak.

Analisis protein dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Kadar protein yang ditentukan berdasarkan cara Kjeldahl  disebut sebagai kadar protein kasar (crude protein) karena terikut senyawaan N bukan protein.

Prinsip kerja dari metode Kjeldahl adalah protein dan komponen organic dalam sampel didestruksi dengan menggunakan asam sulfat dan katalis. Hasil destruksi dinetralkan dengan menggunakan larutan alkali dan melalui destilasi. Destilat ditampung dalam larutan asam borat. Selanjutnya ion- ion borat yang terbentuk dititrasi dengan menggunakan larutan HCl

 1.2 Tujuan
Mahasiswa ......

II. TINJAUAN PUSTAKA

protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh karena zat ini berfungsi sebagai sumber energi dalam tubuh serta sebagai zat pembangun dn pengatur. Protein adlaah polimer dari asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung unsur-umsur C, H, O, N, P, S, dan terkadang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga (Winarno, 1992).

Kadar protein yang ditentukan berdasarkan cara Kjeldahl  disebut sebagai kadar protein kasar (crude protein) karena terikut senyawaan N bukan protein, misalnya urea, asam nukleat, ammonia, nitrat, nitrit, asam amino, amida, purin, dan pirimidin (Sudarmadji 1996).

Protein akan mengalami kekeruhan terbesar pada saat mencapai ph isoelektris yaitu pH dimana protein memiliki muatan positif dan negatif yang sama, pada saat inilah protein mengalami denaturasi yang ditandai kekeruhan meningkat dan timbulnya gumpalan. (Anna,1994).

Prinsip kerja dari metode Kjeldahl adalah protein dan komponen organic dalam sampel didestruksi dengan menggunakan asam sulfat dan katalis. Hasil destruksi dinetralkan dengan menggunakan larutan alkali dan melalui destilasi. Destilat ditampung dalam larutan asam borat. Selanjutnya ion- ion borat yang terbentuk dititrasi dengan menggunakan larutan HCl (jeanist, 2012).

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.(annonimous,2013).

4.2 Pembahasan

            Protein merupakan salah satu unsur makro yang terdapat pada bahan pangan selain lemak dan karbohidrat. Protein merupakan sumber asam amino yang mengandung unsur C, H, O, dan N. protein dapat mengalami perubahan-perubahan yang di sebabkan beberapa hal seperti denaturasi karena pemanasan, terkoagulasi karena pengasaman, dan menimbulkan warna coklat kerana beraksi dengan gula reduksi.

            Analisa protein dapat dilakukan dengan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada praktikum ini akan dilakukan penentuan kadar protein dalam bahan pangan dengan menggunakan metode kjedahl. Prinsip Metode kjedahl yaitu protein dan komponen organik dalam sampel akan didestruksi dan hasil destruksi akan dinetralkan melalui proses destilasi. Destilat kemudian di tampung dan di titrasi dengan NaOH. Proses selanjutnya perhitungan menggunakan rumus dibawah ini :

% N

% Protein = % N X faktor konversi

            Pada praktikum ini, sampel yang digunakan yaitu 1 gr sosis sonice yang telah dihaluskan. Langkah pertama yaitu memasukan 100 ml larutan blanko ke labu kjedahl, kemudian memasukan 50 ml HCL dalam erlenmeyer dan dilakukan destilasi sampai 100 ml.

            Setelah proses destilasi selesai ditambahkan indikator PP dan menitrasi dengan larutan NaOH sampai warna standart (merah jambu). Dari hasil pengamatan dan perhitungan diketahui %N pada sampel sebesar 0.182014% dan %protein sebesar 1.13815 %. Hasil tersebut menunjukan bahwa setiap 1 gr sosis sonice terdapat kadar protein sebesar 1.13815 %.

 V.PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Prinsip Metode kjedahl yaitu destruksi (perusakan atau penghancuran), destilasi (penyulingan atau pemisahan dengan pengembunan), titrasi  dan konversi.

Dari hasil pengamatan dan perhitungan diketahui %N pada sampel sebesar 0.182014% dan %protein sebesar 1.13815 %. Hasil tersebut menunjukan bahwa setiap 1 gr sosis sonice terdapat kadar protein sebesar 1.13815 %.

5.2 Saran

Ø  Membaca do’a sebelum dan sesudah kegiatan praktikum

Ø  Asisten praktek lebih jelas dalam menjelaskan langkah-langkah praktikum

Ø  Jangan terlalu banyak praktikan

DAPUS

Annonimous.2013.protein.(online). http://id.wikipedia.org di akses 8 mei 2013

Jeanist.2012.analitik pangan.(online) http://see-around-theworld.blogspot.com/ Diakses 8 mei 2013

Poedjiadi Anna, 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI-Press

Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhardi, 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. : Yogyakarta: Liberty

Winarno, F. G., 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta.Penerbit Gramedia

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KADAR MINYAK DAN LEMAK

Label:



4.2 Pembahasan

Pada percobaan penentuan kadar minyak dan lemak dalam suatu bahan pangan ini, digunakan metode ekstraksi langsung dengan alat soxhlet (soxhletasi). Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

Sampel yang digunakan pada praktikum ini yaitu sosis sonice yang telah dihaluskan dan ditimbang seberat 1.5 gram, kemudian di bungkus dengan kertas saring dan di ikat dengan tali. Sampel yang telah dibungkus kemudian di masukan dalam soxhlet dan dilakukan proses extraksi dengan menggunakan pelarut petroleum eter sebanyak 75 ml.

Ketika pelarut petroleum eter dididihkan, uapnya akan naik melewati soxhlet menuju ke pipa pendingin (kondensor). Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar condensor mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fase cair, kemudian menetes dan melarutkan lemak dalam sampel, larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi, sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks.

Setelah proses soxhletasi selesai, maka sampel harus dikeringkan didalam oven 1050C sampai diperoleh berat yang konstan. Berdasarkan perhitungan, diketahui bahwa kadar lemak sosis so nice adalah 20 %. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahawa kadar lemak yang terkandung dalam sosis so nice tidak melebihi dengan Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995) yaitu kadar lemak maksimal pada sosis sebesar 25%.

Jumlah lemak akan mempengaruhi tekstur pada sosis, jika jumlah lemak terlalu sedikit akan menghasilkan sosis yang keras dan kering, sedangkan jika terlalu banyak maka akan menghasilkan sosis yang lunak dan empuk. Jumlah kadar lemak yang dibutuhkan dalam pembuatan sosis berkisar antara 5-20%.

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa kadar lemak pada sosis sonice sebesar 20 % dan tidak melebihi standart Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995) yaitu kadar lemak maksimal pada sosis sebesar 25%.

Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

Untuk memperoleh tekstur sosis yang baik maka Jumlah kadar lemak yang dibutuhkan dalam pembuatan sosis berkisar antara 5-20%.

5.2 Saran

    Membaca do’a sebelum dan sesudah kegiatan praktikum

    Asisten praktek lebih jelas dalam menjelaskan langkah-langkah praktikum

    Berhati-hati dan teliti selama kegiatan praktikum berlangsung

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA PANGAN (analisa kadar abu)

Label:


4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini, pemanasan dilakukan dengan menggunaan furnace (tanur) yang dapat memanaskan sampel dengan suhu 500-600 oC sehingga setelah beberpa jam sampel akan berubah menjadi abu.Untuk analisis kadar abu, bahan yang digunakan adalah ketan hitam, sebelum menimbang sampel, hal pertama yang dilakukan adalah menimbang cawan kosong. Berat cawan dari masing-masing cawan kosong tersebut berbeda-beda. 

Setelah cawan kosong ditimbang, maka hal yang dilakukan selanjutnya yaitu menimbang sampel ketan hitam sebanyak 2 gr, sampel tersebut dimasukan kedalam cawan kemudian dipanaskan dalam furnace sampai warna sampel berubah manjadi putih.
Dari percobaan yang dilakukan pada sampel (ketan hitam 1, ketan hitam 2, ketan hitam 3) diperoleh hasil yang sama yaitu sebesar 0.1 gram. Dan setelah di lakukan perhitungan  di peroleh hasil kadar abu sebesar 5 %.
Analisa kadar abu dapat menunjukan kadar mineral yang ada dalam bahan pangan dan sebagai parameter kehigenisan suatu bahan pangan atau suatu produk makanan tertentu. Standart maksimal kadar abu yang terkandung dalam bahan pangan yaitu sebesar 2.5 %. Sedangkan pada hasil pengamatan pada ketan hitam sebesar 5 %, ini menunjukan bahwa tingkat kehigenisan ketan hitam masih kurang.hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal seperti pada proses pemanenan, penjemuran dan penggilingan yang kurang bersih. 

 
wahyudi93 © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone